February 3rd-4th 2017. It was the day of my first trip in 2017. Well, it wasn't a trip, cause actually it was the day of my group's agenda. What's on?
And last weekend, PAPER had some greening agenda at Treceh village, Pacet. We donated some fruit seedlings. Such as mango, avocado, starfruit, and rambutan. Yaa gak bermacam-macam sih bibitnya, uang yang disetujuin sekolah juga gak semua. Pft. But, it's okay lah. The important thing is intention.
Setelah melakukan penghijauan, kita tracking ke air terjun coban waru. God, i thought that the road wasn't this hard. Ternyata, kanan kiri jurang. Fuh. Nggak ada persiapan fisik yang mantap, tapi kalau balik juga sayang banget. And finally, 2 jam-an jalan, nyampe juga. Ehe. Fyi aja, air terjun Coban Waru ini bener-bener masih pure natural. Belum banyak yang main ke sini. Sepertinya sih karena jalannya mungkin, ya. Bener-bener off road, gila. Kanan kiri full sama daun-daun yang bikin gatel, taulah apaan itu namnaya. Pokoknya sekali nyentuh, nggausah nyentuh, kesenggol dikit aja langsung gatel. And i felt it. Karena kita juga tracking pas musim hujan gini, jalanan lumpur gaes. Pulang-pulang bawa sepatu yang full of mud, wkwk. Ah iya, waktu di tengah perjalanan, yang cuacanya bisa dibilang cerah, tiba-tiba aja hujan turun. Luckily! we were helped by trees. Kita gak kehujanan sama sekali dong *pamer. Ehe.
Sampe di air terjun, feel freedom banget. Guyuran air yang deras. Dinginnya yang juga nyejukin badan. Pengen rasanya ini air terjun aku jadiin kolam pribadi, ehe. Nah, ini di bawah juga aku tampilin jepret-jepretan selama di sana.
| That's the view of arjuna or welirang mount (i don't know exactly) from desa treceh, pacet |
| Yak, lagi break dulu. Capek, Oi! |
| Coban Waru Waterfall |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar